Tentang
dua anak kecil yang tinggal dijalanan.. Mereka berdua lelaki.. Mereka
yatim piatu.. Usia sang kakak sekitar 13 tahun dan sang adik 10 tahun..
Kakaknya selalu mengajarkan adiknya untuk menjadi orang baik.. Meski kakaknya tidak.
Suatu hari mereka membeli makanan disebuah toko makanan.. Sang adik mencuri sebatang coklat tanpa sepengetahuan sang kakak..
Tak lama kemudian sang kakak mengetahui kelakuan adiknya tersebut,
alhasil sang kakak marah dan menyuruhnya mengembalikkan coklat itu pada
pemilik toko. Dan ia menurutinya.
Selesai membayar makanan, pemilik toko melihat diluar ada
segerombolan preman yang memang sedang menghadang kakak dan adik kecil
ini, dan pemilikk toko menyuruh mereka keluar dari pintu belakang.
Merekapun menurutinya. Dengan perasaan senang mereka keluar dari toko
itu, senang telah membeli makanan untuk mengisi perut kosong mereka, dan
senang telah berhasil menghindar dari preman-preman tadi. Tapi dugaan
mereka salah! Preman-preman itu menemukan mereka dan mengejarnya.Mereka
lari menyusuri jalanan yang sempit dan berbelok-belok. Ironisnya mereka
menemukan jalan buntu, ada pintu papan yang tinggi dihadapannya.
"hanya ada satu yg bisa lolos dari sini, sekarang kakak akan mengangkatmu" kata sang kakak.
"aku tidak mau tanpa kakak, kakak juga harus selamat" kata sang adik sambil menitikan airmata.
"tidak, kamu harus selamat! Sudahlah kita tak mempunyai waktu banyak
sebentar lagi mereka pasti menemukan kita, ingat pesan kakak.. Jadilah
orang baik"
tak lama kemudian, preman-preman itu datang dengan tertawa puas..
Dari balik pintu papan sang adik terus-terusan menangis dan memanggil
nama kakaknya.. Preman-preman itu menghajar sang kakak dan ia berhasil
melawannya. Tetapi, salah satu dari preman itu geram dan menusuk sang
kakak layaknya ia menusuk anjing!
Preman itu pergi dengan hati puas! Sang kakak terjatuh lunglai dan
melihat adiknya dari lubang pintu papan.. Adiknya menangis
memanggil-manggil kakaknya.. Tapi percuma.. Sang kakak telah tiada.
Pada malam hari sang adik melamun diujung jalanan. Tiba-tiba saja ada polisi menghamirinya.
"nama kamu siapa dik?"
"sunny"
"kamu sama siapa? Mana orangtuamu?" tanya pak polisi lagi.
"aku sendiri, orangtuaku sudah tidak ada" jawab sunny.
Dan akhirnya sunny dibawa ke panti asuhan 'KASIH BUNDA'. Sejak kejadian pembunuhan kakaknya ia menjadi pendiam dan murung.
Suatu hari sunny sedang membaca buku. Di taman ada seorang anak
lelaki yang usianya dibawah sunny. Anak itu diganggu oleh anak-anak
panti.. Ia menangis tapi tak ada seorangpun yang menolong. Sunny geram
melihat tingkah anak-anak panti itu, lalu ia menhajar mereka. Dan
menolong anak itu.
Saat makan siang dikantin, sunny makan dekat dengan anak yang ia tolong pagi tadi.
"nama kamu siapa? Tanya anak itu.
"sunny, kamu?" sunny menjawabnya tanpa menoleh kearah anak itu.
"aku verdy, kamu sendirian?"
"tidak, aku punya kakak"
"kakakmu disini juga? Mana?"
"dia tidak ada disini, dia sudah meninggal karena dibunuh!"
"dibunuh? Kok bisa? Kalau begitu mau tidak saudaraan sama aku?" kata verdy sambil menyunggingkan senyum.
"boleh" jawab sunny membalas senyuman verdy.
Hari demi hari dilalui. Hubungan verdy dan sunny begitu hangat..
Setiap hari sunny mengajarkan beladiri kepada verdy, agar verdy tidak
lemah, sunny memberikan gelang tangan untuk verdy sebagai tanda
persaudaraan mereka.
Suatu hari, ada orang tua separuh baya datang ke panti untuk mengasuh anak lelaki untuk dijadikan ahli waris.
Mereka meminta sunny untuk jadi anak angkatnya. Sunny sebenarnya
menginginkannya.. Tapi ia menolak dan meminta agar orangtua itu
mengangkat verdy saja.
"aku masih bisa jaga diri, tapi verdy? Dia sepertinya butuh perlindungan dari kalian" kata sunny pada orangtua itu.
Saat verdy mengetahui ia akan diangkat menjadi anak pasangan
konglomerat itu verdy menolak. Ia menangis dan meminta kabur pada sunny.
Verdy tak mau pisah dengan sunny.
Tapi sunny berpura-pura marah pada verdy dan ia tidak mau bersaudara
lagi dengannya. Alhasil, verdy tersentak kaget.. Dan akhirnya ia pun
ikut dengan orangtua konglomerat itu.
..................................................................................................................................................................
20 tahun kemudian..
Verdy menjadi anak yatim dan menggantikan posisi ayahnya di perusahaan.
Namun, setiap kali meeting.. Argument verdy selalu dibantah dan
disalahkan oleh teman dekat ayahnya atau bisa dibilang asistennya.
Namun pada suatu hari teman ayahnya meminta maaf dan menuruti apapun argumentnya.
Beberapa hari kemudian verdy dan kekasihnya hendak berlibur selama tiga minggu.
Dan saat verdy berada dalam kapl bersam kekasihnya, tiba-tiba saja
ada sekelompok orang-orang berbadan besar (seperti bajk laut, tapi
bukan.. Saya lupa :p)
dan ternyata disekelompok orang-orang itu sunny termasuk didalamnya.
Saat semua kawanannya berhasil dikalahkan verdy, giliran sunny yang menyerangnya..
Sunny melihat gelang tangan yang dipakai verdy, sesaat ingatannya kembali pada adik kecilnya dipanti dulu..
Singkat cerita..
Ternyata sunny masuk kedalam kelompok penjahat itu hanya menyamar
saja.. Karena penjahat-penjahat itu yang telah membunuh kakaknya dulu..
Dan ternyata kelompok penjahat itu bekerja sama dengan teman kerja ayah verdy yang ternyata ingin menguasain perusahaan verdy.
Dan akhirnya sunny pun ketahuan oleh kelompok penjahat itu bahwa ia membantu lawannya yaitu verdy.
Pertumpahan darahpun dimulai..
Tapi akhirnya verdy dan sunny lah yang menang. Sunny berhasil
membunuh orang yang telah membunuh kakaknya dulu.. Ia menusuknya sama
seperti penjahat itu menusuk kakaknya dulu.
Semua kawanan penjahat-penjahat itu sebagian meninggal oleh tangan verdy dan sunny.. Dan sebagian ditangkap polisi.
Beberapa waktu kemudian, verdy dan melani menikah. Dan sunny tinggal bersama verdy dirumahnya.
SELESAI...
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
banyak pelajaran yang saya petik dari tayangan ini..
Bahwa seorang kakak memang tugasnya menjaga adik-adiknya..
Mengajarkan yang terbaik untuk adik2nya walaupun kakaknya tidak
demikian.
Saya sebagai seorang anak sulung.. Dan tiga bersaudara.. Jujur,
meskipun saya sangat sangaaaattt menyukai anak-anak.. Tapi saya selalu
berantem dengan adik saya yang pertama. Dia lelaki sekarang duduk
dikelas empat SD.
Dia selalu bikin ulah, sekolah dan ngaji aja susahnya minta ampun. Dia sering dibandingin dengan saya oleh orangtua saya.
Pokonya beda 180 derajat deh..
Dulu saya paling semangat yang namanya sekolah dan ngaji.. Sampai
akhirnya saya diangkat jadi asisten guru ngaji saya. Saat saya SMP pun
saya diminta oleh pemilik yayasan MI untuk ngajar ngaji disekolahnya.
Dan karena sekarang saya jarang ada dirumah.. Selagi saya dirumah saya selalu ngajar ngaji adik-adik saya.
Tapi saya selalu terbawa emosi kala adik saya yang pertama ini
bandel dalam hal apapun.. Tapi sebenarnya saya sayang sama mereka.. :'(
#curcol yahhh.. hehe
Dan bagi para kakak-kakak yang mempunyai adik..
Yuk.. Mulai dari sekarang kita sayangi adik-adik kita layaknya kita menyayangi diri kita.. :)
Selasa, 03 Januari 2012
Senin, 02 Januari 2012
Tragedi malam senin, 25 Desember 2011...
Tragedi malam senin, 25 Desember 2011...
Saat aku dan temanku berada dalam angkutan kota.. Tanpa sengaja mataku menatap keluar jendela belakang angkot..
Kedua mataku menangkap dua anak kecil yang seketika membuat airmataku jatuh karenanya..
Dua anak itu mengayuh sepeda gerobak sampah mereka dengan tenangnya... Padahal rintik-rintik hujan enggan berhenti kala itu...
Mereka berdua adalah sosok yg selalu membuat hatiku miris melihatnya...
Ya Allah... Andai aku sudah memiliki penghasilan sendiri.. Ingin sekali aku membuat rumah dan sekolah yang nyaman untuk anak seumuran mereka... Do'a itu takkan pernah aku lewatkan dalam setiap sujudku...
Lamunanku terhenti saat kami sampai tujuan, kami berdua membeli nasi disebuah warung nasi dijalan..
Kedua mataku menangkap dua sosok anak kecil tadi... Mereka berhenti tepat didepan mataku untuk mengais sampah yg berharga bagi mereka...
Ya Allah.... Dimana keadilan negeri ini?
Ya Allah... Sungguh kerdil diri ini jika aku masih mengeluh kekurangan pada-Mu... Sedangkan diluar sana masih terlalu banyak anak-anak yang harusnya mengenyam pendidikan.. Bukan bekerja seperti itu...
------------------
hanya sebuah coretan sederhana mengungkap fakta
Saat aku dan temanku berada dalam angkutan kota.. Tanpa sengaja mataku menatap keluar jendela belakang angkot..
Kedua mataku menangkap dua anak kecil yang seketika membuat airmataku jatuh karenanya..
Dua anak itu mengayuh sepeda gerobak sampah mereka dengan tenangnya... Padahal rintik-rintik hujan enggan berhenti kala itu...
Mereka berdua adalah sosok yg selalu membuat hatiku miris melihatnya...
Ya Allah... Andai aku sudah memiliki penghasilan sendiri.. Ingin sekali aku membuat rumah dan sekolah yang nyaman untuk anak seumuran mereka... Do'a itu takkan pernah aku lewatkan dalam setiap sujudku...
Lamunanku terhenti saat kami sampai tujuan, kami berdua membeli nasi disebuah warung nasi dijalan..
Kedua mataku menangkap dua sosok anak kecil tadi... Mereka berhenti tepat didepan mataku untuk mengais sampah yg berharga bagi mereka...
Ya Allah.... Dimana keadilan negeri ini?
Ya Allah... Sungguh kerdil diri ini jika aku masih mengeluh kekurangan pada-Mu... Sedangkan diluar sana masih terlalu banyak anak-anak yang harusnya mengenyam pendidikan.. Bukan bekerja seperti itu...
------------------
hanya sebuah coretan sederhana mengungkap fakta
Selasa, 27 Desember 2011
Negara dengan Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia
Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat
ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang
begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan
hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh
Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes
tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student
Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga
Matematika.
Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.
Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.
Apa gerangan kuncinya?
Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha
mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat
santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan
menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi
tidak menyenangkan.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.
Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Finlandia
Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.
Apa gerangan kuncinya?
Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.
Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Jumat, 23 Desember 2011
CARA BELAJAR MENGAJAR YANG EFEKTIF
1.
Arti belajar
“Belajar adalah suatu proses perubahan
tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan pengertian ini
merupakan penentuan pada interaksi antar individu dengan lingkungan. Di dalalm
interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar.”[1]
Adapun cara belajar mengajar yang efektif, yaitu agar siswa dapat ikut
berintereaksi dalam proses belajar mengajar adalah dengan cara belajar siswa
aktif yaitu merupakan pendekatan belajar mengajar yang dipergunakan oleh guru
dengan melibatkan secara aktif baik intelektual-mental serta fisik siswa dalam
kegiatan belajar mengajar.(darwyan, supardi, Eneng M, 2009: 111)
Dewasa ini mayoritas para pelajar sering
mengulang kembali pelajaran hanya pada
saat menjelang ujian sekolah atau ulangan semester. Kondisi seperti itu
disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, rasa malas dalam belajar. Kedua,
merasa sudah bisa terhadap pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh guru.
Ketiga, kurangnya motivasi belajar dari orang
tua dan lingkungan sekitar. Keempat, bagi pelajar yang aktif dalam organisasi
kurang membagi waktu antara organisasi dan belajar. Kelima, waktu-waktu belajar
digunakan lebih banyak untuk bermain. Akibat dari beberapa faktor yang saya
kemukakan diatas para pelajar mengulang kembali pelajaran-pelajarannya hanya
pada saat menjelang ujian sekolah atau ulangan semester saja. Sehingga peserta
didik merasa gelisah karena sulit untuk memahami kembali pelajaran-pelajaran
yang diberikan oleh para guru-gurunya. Dan akan berakibat fatal pada
nilai-nilainya. Seandainya faktor-faktor diatas dapat diatasi oleh para pelajar
di negara indonesia ini mungkin indonesia tidak akan menjadi negara yang selalu
terbelakang dalam hal pendidikan.
Dengan
demikian apabila peserta didik menyadari akan pentingnya belajar maka perubahan
sikap yang ditimbulkan akan bernilai positif dilihat dari berbagai aspeknya.
Faktor-faktor yang telah diuraikan
diatas meruapakan sikap peserta didik yang kurang memprioritaskan arti belajar.
Padahal menuntut ilmu diwajibkan sejak kecil hingga usia tua. Adapun cara
bbelajar yang efektif menurut saya adalah
membentuk kelompok belajar dan menggunakan alat peraga dalam proses
pembelajaran. Dan, adapun cara mengajar yang efektif menurut saya adalah seorang
pendidik harus menguasai kelas dan guru harus memiliki variasi mengajar agar
siswa tidak jenuh dalam menerima pelajaran. Seorang pendidik memberikan
stimulus kepada peserta didik sebelum
memulai pelajaran agar terjadinya proses belajar yang efektif.
[1] Tabrani Rusyan, Proses Belajar Mengajar
Yang Efektif, cet-1 (Bandung: Eresco Offset, 1993), hal. 7
Kamis, 15 Desember 2011
Rekonstruksi Pemuda Indonesia sebagai Pilar Kebangkitan Peradaban
Pada masa sekarang ini, banyak pemuda yang tidak begitu memikirkan tentang bagaimana peran sebenarnya menjadi seorang pemuda. Pemuda sekarang telah banyak teracuni oleh dampak-dampak dari sebuah modernisasi. Pemuda tidak lagi mau tahu tentang keadaan bangsa dan negaranya. Pemuda banyak yang tidak peduli tentang bagaimana keadaan Indonesia sekarang, hanya kesenangan dan hura-hura yang menjadi kegiatan di kehidupan sehari-harinya. Banyak diantara mereka yang berpikir untuk menghabiskan masa mudanya dengan kesenangan-kesenangan yang ujungnya berdampak negatif untuk mereka pribadi.
Untuk merubah pola pikir seorang pemuda agar dapat mengerti tentang arti sesungguhnya seorang pemuda diperlukan suatu sentuhan khusus yang dapat merubah pola pikirnya dan diharapkan dapat berkontribusi secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Pemuda harus dapat merealisasikan peranannya dalam kehidupan dimana ia berada. Peranan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dari masyarakat tingkat desa sampai yang mencakup masyarakat ditingkat nasional.
Sebagai pemuda Indonesia, sudah selayaknya kita peduli terhadap keadaan bangsa dan negara ini. Pemuda harus ikut andil dalam perubahan disetiap sisi sistem pemerintahan negara ini yang artinya dapat mengaspirasikan suara rakyat kebanyakan yang diharapakan dapat mewujudkan tatanan masyarakat yang rapih dan terciptanya masyarakat yang sejahtera. Pemuda adalah rakyat, dan rakyat merupakan tonggak tertinggi dalam kepemerintahan demokrasi di Indonesia. Dari sistem tersebut sudah sepatutnya pemuda sebagai rakyat ikut andil dalam setiap perubahan yang terjadi dan tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan segelintir orang yang hanya duduk manis di kursi yang empuk dengan ruangan yang sejuk tanpa kita tahu apa tujuan utama mereka, apakah memang untuk kepentingan rakyat atau hanya untuk kepentingan pribadi saja?
Tema “Rekonstruksi Pemuda Indonesia sebagai Pilar Kebangkitan Peradaban” merupakan tema yang sangat pas untuk diusung dalam kegiatan semacam ini. Dengan harapan tema tersebut tidak hanya menjadi kata-kata belaka tetapi dapat direalisasikan dalam kehidupan nyata. Membangun kembali pemuda Indonesia dengan harapan yang besar, harapan yang akan dapat merubah peradaban ke arah yang lebih baik dan berujung pada terwujudnya cita-cita bangsa.
Hidup Mahasiswa ! Hidup Pemuda Indonesia !
Selasa, 13 Desember 2011
dengan diam
ketika mata menyapa..
mengalirkan rasa dalam jiwa..
merebahkan malu tak kuasa
menggugah hati tuk masuk kedalamnya..
bertatap muka ku membisu gelisah..
tak bertemu hati gundah..
amat kaku ku gerakan lidah..
bergelut rasa dengannya buatku kalah ..
DIAM? YAH.!..
hanya dengan diam kumencintainya.. ..
dengan diam kumencintaimu, agar terjaga kesucianku..
tak ingin kubuat-Nya cemburu padaku..
mengalirkan rasa dalam jiwa..
merebahkan malu tak kuasa
menggugah hati tuk masuk kedalamnya..
bertatap muka ku membisu gelisah..
tak bertemu hati gundah..
amat kaku ku gerakan lidah..
bergelut rasa dengannya buatku kalah ..
DIAM? YAH.!..
hanya dengan diam kumencintainya.. ..
dengan diam kumencintaimu, agar terjaga kesucianku..
tak ingin kubuat-Nya cemburu padaku..
ketika mata menyapa..
mengalirkan rasa dalam jiwa..
merebahkan malu tak kuasa
menggugah hati tuk masuk kedalamnya..
bertatap muka ku membisu gelisah..
tak bertemu hati gundah..
amat kaku ku gerakan lidah..
bergelut rasa dengannya buatky kalah ..
DIAM? YAH.!..
hanya dengan diam kumencintainya.. ..
dengan diam kumencintaimu, agar terjaga kesucianku..
tak ingin kubuat-Nya cemburu padaku..
mengalirkan rasa dalam jiwa..
merebahkan malu tak kuasa
menggugah hati tuk masuk kedalamnya..
bertatap muka ku membisu gelisah..
tak bertemu hati gundah..
amat kaku ku gerakan lidah..
bergelut rasa dengannya buatky kalah ..
DIAM? YAH.!..
hanya dengan diam kumencintainya.. ..
dengan diam kumencintaimu, agar terjaga kesucianku..
tak ingin kubuat-Nya cemburu padaku..
Langganan:
Postingan (Atom)